Negara Ini Hapus Undang Undang Penistaan Agama

Partukkoan - Buntut tragedi berdarah Charlie Hebdo di Paris beberapa waktu lalu membuat Negara Islandia menghapus undang-undang tentang penistaan agama. Seperti diberitakan BBC, Parlemen Islandia telah menghapus undang-undang yang telah dibentuk sejak tahun 1949 itu atas keinginan kuat dari organisasi yang disebut dengan Pirate Party.

Kelompok ini berkampanye untuk sebuah kebebasan dalam penggunaan internet dan data. Dengan aturan yang dikeluarkan dengan menyebutkan bahwa masyarakat yang bebas untuk dapat mengekspresikan diri mereka tanpa ketakutan ataupun hukuman adalah hal yang sangat penting.

Sejak terbentuk pada tahun 2006 lalu, Pirate Party telah memiliki anggota yang terbesar di 60 negara di seluruh dunia.

Setelah keputusan parlemen keluar, kelompok Pirate Party menulis dalam blognya "Parlemen Islandia sekarang telah memperkenalkan sebuah pesan yang tidak akan menyerah terhadap serangan berdarah."

Walau demikian, Penghapusan Undang-Undang Penistaan Agama tersebut mendapat pertentangan, khususnya dari gereja-gereja lokal.

Gereja Katolik Islandia, Gereja Pentecostal dan Gereja di provinsi bagian timur negara itu menentang perubahan dan penghapusan. Gereja Katolik menyebutkan, Seharusnya kebebasan berekspresi yang terlalu jauh artinya bahwa identitas kepercayaan seseorang dapat dihina, kemudian kebebasan pribadi - sebagai individu atau kelompok - dirusak.

Sumber : Partukkoan


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top