Mewaspadai Teknik Kamuflase Politik di Samosir

Ilustrasi Kamuflase (penyamaran)
SAMOSIRKU

Tahun ini tahun 2015 boleh dikategorikan sebagai Tahun Politik. Sebab akan banyak pergerakan politik di tahun ini. Dengan belum adanya kepastian waktu terkait pemilihan Kepala Daerah menjadikan tahun ini sebagai titik awal untuk mendirikan "pundi-pundi" suara.

Beberapa daerah termasuk kabupaten Samosir  sebentar lagi mungkin akan melakukan pesta demokrasi, karena memang jabatan Kepala Daerah dalam hal ini Bupati akan selesai pada 13 September Tahun ini. Artinya ada sekitar 7 bulan lagi waktu sebelum jabatan itu berakhir. Sehingga kepastian setelah itu tentu akan semakin jelas informasi terkait pemilihan kepala daerah kedepannya.

Walau setelah itu akan terjadi penunjukkan pelaksana tugas Bupati yang barangkali dihunjuk Gubernur namun tetap saja pilkada akan dilangsungkan


7 bulan bukanlah waktu yang lama, 7 bulan adalah waktu yang singkat, sehingga sudah dipastikan para calon yang ikut berlomba untuk memperebutkan kursi 1 samosir akan mendirikan pundasi-pundasi politik sebagai trik dan cara dalam membangun kekuatan yanga tentunya akan digunakan dalam "pertempuran" politik.

Terlihat jelas saat ini di wilayah samosir, berbagai kegiatan mulai diikuti oleh bakal calon, paling minimnya memberikan karangan buka atau bunga papan kepada warga yang sedang membuat acara.

Ilmu kamuflase pun sudah mulai meluncur deras, seolah putus rem dan tidak berujung. Berbagai teori politik juga mulai mengayuh di Negeri kepingan sorga ini.

Seperti diketahui bahasa kamuflase identik dengan penyamaran. Kata kamuflase dalam bahasa Indonesia dipinjam dari bahasa Belanda, yang pada gilirannya meminjam dari bahasa Perancis, 'camoufler' yang berarti 'menyamarkan'. Bukan hanya di dunia nyata, bahkan dunia maya juga sudah terjadi pergerakan-pergerakan politik. Semua itu memang sah-sah saja, karena dari sisi politik semua masih dalam koridor yang wajar. Akan tetapi jika jurus-jurus teori pembusukan mulai digencarkan tidak tertutup kemungkinan akan terjadi suatu perpecahan di kalangan warga.

Inilah yanh mesti diwaspadai, kejadian ini pernah terjadi dan penyembuhannya pun memakan waktu yanh lama. Semoga pilkada Tahun ini di Samosir berjalan Fair sesuai dengan ejaan-ejaan yanh disesuaikan. (Marcopolo Khan).


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top