Egoisme dan Munafik adalah Karakter Yang Berbahaya

Lisda W. Sianturi, S.Tyalor
Samosir - Perjuangan hidup merupakan suatu keharusan. Perjuangan hidup adalah amanah dari Sang Khalik, seumpama burung yang terbang kian kesana dan kemari untuk mencari makan, bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk keluarganya.

Berbagai macam resiko tentunya telah menantikan sang burung, bukan hanya dari pemburu namun juga dari ancaman cuaca. Sering kali burung yang hendak mencari makan tersebut justru menjadi makanan sang pemburu atau juga menjadi objek dasyatnya hempasan angin puting beliung disertai guntur dan hujan.

Demikian pula hidup ini, ada banyak persoalan yang akan dihadapi, mulai dari persoalan keluarga, pekerjaan sampai pada persoalan yang kadang tidak mungkin dapat diatasi. Akan tetapi itulah seni dalam hidup, semuanya akan dilalui, ada yang berhasil dan menjadi pemenang. Adapula yang gagal bahkan sampai kepada situasi keputusasaan.

Kehidupan inipun beragam. Ada yang merasa dirinya yang terbaik, ada yang merasa sudah suci ada juga yang merasa kalau dirinya paling hina dan tak berguna. Lalu apa yang acap kali kita temui, pada umunya dominan situasi sifat yang ditemui ialah sifat egois dan munafik. Sekali lagi egois dan munafik.

Berbicara bak dewa, namun perbuatan selalu mengandung bala. Egoisme yanh menjadi-jadi sampai tidak mengenal kata kasih. Sungguh hal ini sering kita jumpai.

Inilah yang menjadi sebuah pembelajaran penting, naluri dan insting manusia harus peka terhadap situasi ini. Jika tidak maka manusia itu akan hidup terpuruk dan terperdaya dalam lingkaran yang kuat, sampai-sampai manusia itu ingin mengakhiri hidupnya sendiri.

Ada hal yang unik, justru didalam komunitas yang seharusnya ini tidak ditemukan justru menjadi lumbung manusia dengan karakter demikian.

Untuk itu, satu kalimat yang ingin saya ucapkan, waspada dan berhati-hatilah.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top