Terimakasih Tuhan buat PertolonganMu disetiap Ujian yang kami hadapi

SAMOSIRKU

Perjalanan kisah ini adalah sebuah pelajaran yang sangat berharga bagiku. Kisah ini berat dan sangat berat namun memiliki makna terindah dibaliknya. Tuhan memang Baik, bukan hanya untukku namun juga bagi semua orang.

Ketika sebuah ujian atau Cobaan menerpa manusia ternyata bukan berarti Tuhan telah meninggalkan manusia itu, justru ujian tersebut merupakan sebuah batu loncatan untuk sebuah perkara yang lebih besar. Karena setiap kita melewati ujian maka ujian lebih besar akan menanti kita, namun semuanya itu ternyata bukan karena Tuhan menghendaki kita di uji terus menerus akan tetapi melatih setiap mental manusia untuk sebuah kehidupan yang lebih baik.

Kamis (17/09) Pagi sebuah persoalan menerpaku dan keluarga, Putri Mungilku tiba-tiba mengalami demam tinggi dan terjadi step selama 4 kali berturut-turut, selain itu Putra sulungku pun ikut mengalami demam serupa walau tidak sampai kejang (step). Panik bercampur takut menghantuiku, Hingga akhirnya aku dan keluarga membawa mereka ke Rumah Sakit Hadrianus Sinaga Samosir. Dokter menyarankan agar kedua anakku dirawat inap di rumah sakit untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut.

Dihadapanku terbaring lemah 2 bayi mungil yang harus menahan rasa sakitnya di impus dan harus mengalami pendarahan setiap kali membuang kotoran. Sabtu (20/09), Naomi Putri kecilku terpaksa dilarikan dan dirujuk ke rumah sakit Pirngadi di Medan, karena menurut Dokter Spesialis Anak disana anakku mengalami kelainan pada pencernaannya sehingga harus dibawa kebagian Bedah di Rumah Sakit Pirngadi.

7 Jam aku dan Istriku harus melihat anakku menderita di dalam mobil ambulance karena hamper setiap jam selalu membuang kotoran bercampur darah bahkan tidak jarang yang keluar darah semua.

Jam 8 Malam Sampai di RS Pirngadi, Kami harus menunggu hasil pemeriksaan semua, mulai dari darah sampai pada penggambaran (radiologi) tubuh Naomi kecilku. Hingga akhirnya Dokter Spesialis Bedah di RS Pirngadi Medan menyimpulkan bahwa penyakit anakku adalah penyakit DISENTRI.

Dalam hati aku bersyukur namun juga sedikit jengkel, karena rasanya sangat lucu jika karena sakit disentri harus menahan sakit selama 7 jam diperjalanan. Tidak cukup sampai disitu, Di RS Pirngadi juga kami harus berjuang bergantian untuk menjaga Naomi dari Jeritan tangisnya yang selalu ingin membuka Impus dari tangannya. Karena Naomi begitu aktif (Lasak-Bhs Batak) mulai dari Tangan kanan-kiri, kaki kanan-kiri semuanya harus merasakan tusukan impus yang dilakukan perawat disana.

Hingga akhirnya, aku berinisiatif untuk membawa Naomi langsung ke Dokter Spesialis Dalam yang ada di Medan, dan Puji Tuhan, Sakitnya berangsur-angsur membaik walau tidak 100% baik, sebab seperti diketahui untuk pemulihan Disentri biasanya membutuhkan waktu yang lama apalagi sudah sampai pada tingkat pendarahan.

Sebuah perjalanan yang harus kami seumur hidup kami, terkadang saya sempat berpikir mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi padaku. Mengapa begitu berat cobaan ini Tuhan? Namun semua Indah Pada Waktunya. Ada hikmah yang didapat dari semua ini, Adanya perubahan drastis pada system kehidupan yang kami jalani. Terimakasih Tuhan, semuanya sebagai pembelajaran yang indah Kau berikan kepada kami. Haleluya..


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top