Survey terbaru, Jokowi Tetap Unggul dengan Margin tipis

Joko Widodo/ Lae Bang Ganteng dari Samosir
Samosir - Dua jajak pendapat publik yang dikeluarkan hari Senin menyatakan bahwa calon presiden Joko "Jokowi" Widodo bisa memenangkan pemilihan presiden hari Rabu, meskipun dengan margin yang ketat.

Sebuah survei nasional yang dilakukan oleh ahli jajak pendapat yang berbasis di Jakarta Lingkaran Survei Indonesia (LSI), yang dijalankan oleh Denny Januar Ali, ditemukan Jokowi dan popularitas pasangannya Jusuf Kalla tercatat sebesar 47,8 persen.

Angka tersebut adalah 3,6 persen lebih tinggi dari saingan Prabowo Subianto, yang popularitasnya mencapai 44,2 persen. Pemilih belum memutuskan diperkirakan mencapai 8 persen. Survei dilakukan antara tanggal 2 Juli dan 5 Juli.

Survei LSI sebelumnya dilakukan pada bulan Juni menunjukkan kesenjangan sebesar 0,5 persen, masih mendukung Jokowi. Tidak ada angka yang tersedia untuk mengevaluasi pemilih ragu-ragu dalam survei sebelumnya.

"Analisis kualitatif kami menemukan bahwa kampanye door-to-door yang dilakukan oleh para relawan Jokowi telah berhasil memberikan semangat" kata peneliti LSI Fitri Hari.

"Intensif media sosial dukungan dari tokoh masyarakat dan selebriti terkenal karena integritas mereka juga telah memikat para pemilih kelas menengah."

Fitri, juga mengatakan Jokowi berpotensi kalah dalam pemilu mendatang karena jumlah yang relatif tinggi pemilih belum memutuskan dan "manuver politik yang tak terduga dan luar biasa" oleh lawan-lawannya.

"Sekitar 8 persen responden masih ragu-ragu tentang siapa yang harus memilih. Ini lebih tinggi dari margin keterpilihan antara dua kandidat, "katanya.

Survei lain yang diadakan oleh Polmark Indonesia dari 24 Juni-28 Juni ditemukan Jokowi rating popularitas menjadi 44,6 persen, atau 3,6 persen lebih tinggi dari Prabowo 41 persen.

Survei tersebut juga menemukan bahwa 68,5 persen responden mengatakan mereka tidak terpengaruh oleh kampanye smear lukisan Jokowi sebagai seorang Kristen keturunan Cina.

"Temuan semacam itu menyatakan bahwa kampanye smear tidak memiliki masa depan dalam demokrasi kita," kata CEO dan pendiri Polmark Eep Saefulloh Fatah.

LSI dan Polmark mempertanyakan 2.400 dan 2.600 responden, masing-masing, dalam survei mereka dengan Margin of error dalam survei LSI adalah 2 persen sementara Polmark adalah 1,9 persen.

Mengomentari survei LSI dan Polmark, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)  Eriko Sotarduga, juga anggota timses Jokowi, mengatakan ia optimis bahwa pasangan bisa memenangkan pemilu hingga margin 10 persen.

"Kedua survei diadakan sebelum debat presiden terakhir dan akhir masa kampanye terbuka pada tanggal 5 Juli. Kami percaya relawan kami 'door-to-door kampanye, dikombinasikan dengan kinerja Jokowi selama perdebatan, telah menarik lebih banyak pemilih," katanya

di Translate dari The Jakarta Post


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top