Sang Pengembara Pencari Lokalisasi di Samosir

Samosirku

sitanggang.ml - Samosir, Kisah ini mungkin agak sedikit geli dan juga menjijikkan, namun ternyata walau mungkin agak nyeleneh judul di atas, tapi inilah sebuah fakta yang harus diungkap walau berat di tangan untuk menulisnya dan berat dilidah untuk mengutarakannya.

Lokalisasi dalam arti sebenarnya merupakan suatu tempat, dan identik dikatakan sebagai suatu lokasi perkumpulan para penjaja seks atau dalam bahasa "Free-man" disebut dengan lokasi pelacuran.

Menurut Sang Wikipedia, lokalisasi dibagi atas 5 kategori, diantaranya Bandung, Grobogan, Kudus, Semarang dan Yogyakarta. dan dapat dibagi lagi dalam 10 halaman. (bah.... hebat juga bang ganteng ate, gabe mambahas lokalisasi puang).

Lokalisasi cenderung dianggap suatu hal yang sangat berbahaya baik dari segi kesehatan maupun dari segi kehidupan beragama. akan tetapi justru tempat yag dianggap "surga dunia" ini kerap dikunjungi oleh pria-pria hidung belang dari berbagai kalangan, ironisnya kini wanita hidung belang juga mulai turut ikut-ikutin mencari tempat tersebut.

ok, langsung saja ke pokok persoalan, di Samosir, wilayah yang memiliki kultur budaya yang masih kental dengan adat istiadatnya ternyata menurut bang ganteng sudah mulai atau mungkin jauh sebelumnya sudah disusupi oleh program-program pemenuhan "arus bawah" ini. Pendelegasian pelaksanaan program ini juga sepertinya merupakan suatu kesatuan yang tak terpisahkan dengan tingkat sosial yang tidak perduli dengan keadaan sekitarnya.

wah, aneh juga bahasa bang ganteng ini..., hahaha...haha. Benar, memang hingga saat ini sepanjang yang diketahui Bang Ganteng, Lokalisasi seperti keadaan sebenarnya belum terbit di samosir namun kondisi mengarah kesitu sepertinya sudah ada walau belum dapat di ungkapkan dengan lidah dan pena.

Pengembaraan selama beberapa minggu ini tentu membuat keadaan letih, berbagai tempat yang dianggap rawan dengan "bisnis lendir" ini pun mulai dijajaki setapak demi setapak. sungguh jijik namun menggelikan tak kala melihat beberapa oknum yang terinpirasi oleh sang penghuni neraka melakoni goyangan ditengah sorotan lampu kedap kedip tanpa rasa malu atau tak peduli dengan areal "sarajevo" itu.

hahaha, Bang Ganteng yang dahulu adalah "Sang Garuda" di Siang hari kini harus sedikit mengubah diri tanpa harus mengubah karakter menjadi seekor "kelelawar" demi mencari kondisi sesunggunya. al hasil, semua pengembaraan itu membuahkan hasil. Lokalisasi itu tidaklah ada, tapi istilah "simple present tense" nya "dipermak" dengan modus lain yang sebutan atau namanya lebih tren. Para pembaca yang budiman pastilah dapat membayangkan atau mereka hal itu. 

Pengembaraan ini kemudian berakhir dengan hasil yang harus dipendam untuk direnungkan, atau barangkali sangat perlu untuk dibicarakan dengan sang khalik agar para penghuni "surga maya-maya" itu dapat bertaubat sebelum ajal menjemput. 

ungkapan kata terpaksa dan demi sesuap nasi selalu saja keluar dari para mulut para penjaja ketika ditanya mengapa dan mengapa, seolah potensi dari dalam diri hanya bersumber dari kekuatan dan ganasnya arus bawah yang mereka miliki. hahaha...hahaha, jijik bah....

Ungkapan Kemajuan Pariwisata dan upaya menarik pengunjung menjadi sebuah gaya jawaban tetap dan statis para pengusaha. seolah ingin mensejajarkan dengan bali, para pengusaha berlomba memberikan yang terbaik bagi para pengunjung, dengan gaya khas dan pasti para pengusaha berusaha menampilkan para waitres bak artis dalam melayani pengunjung namun dengan harga pembelian yang jauh melambung.

Harapan kedepan, semoga samosir terwujud dengan Pariwisata yang Indah namun tetap berbudaya yang santun dan sopan, demi Generasi Batak Samosir yang handal bukan menjadi begundal. Samosir tanah kelahiranku, samosir jantung hatiku, samosir kebanggaanku, dari dulu sampai sekarang samosir tetaplah menjadi samosir, bangkitlah samosirku dengan ciri khas mu yang dahulu. (wah.... massam calon bupati au bah.. hahahaha....hahaha)


2 comments:

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top