Polisi Akan Jemput Paksa Darmawan Sepriyossa

Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono (kedua kanan) didampingi Pengacaranya, Hinca Panjaitan tiba memenuhi panggilan pemeriksaan di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin 23 Juni 2014. Sebelumnya Setiyardi diadukan oleh tim advokasi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla karena diduga melanggar Pasal 310 KUHP tentang Fitnah dan Pasal 311 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar Kepolisian akan menjemput paksa salah seorang penulis tabloid Obor Rakyat, Darmawan Sepriyossa. Pasalnya, Darmawan sudah dua kali tak hadir tanpa alasan saat dipanggil Badan Reserse Kriminal Mabes (Bareskrim) Mabes Polri. "Prosedurnya jika sesudah dua kali tidak hadir akan dikeluarkan surat pemanggilan perintah membawa paksa," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Ronny F. Sompie ketika dihubungi, Senin, 23 Juni 2013.

Dia mengatakan Darmawan memang belum pernah berkomunikasi dengan penyidik terkait dengan alasan ketidakhadirannya. Berbeda dengan Setiyardi Budiono yang tidak hadir pada pemeriksaaan pertama Kamis, 19 Juni 2014. "Belum ada penjelasan dari saksi DS," ujarnya.

Dia menyebutkan Darmawan akan dijemput paksa untuk mempermudah pemeriksaan dirinya sebagai saksi. "Perintah penangkapan bisa dilakukan untuk mempermudah pemeriksaan," ujarnya.

Sebelumnya penggagas tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Boediono, dan Darmawan Sepriyossa dijadwalkan diperiksa sebagai saksi di Mabes Polri pada Senin, 23 Juni 2014. Setiyardi sendiri hadir dan memberikan keterangan kepada penyidik.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top