Musrenbang Kecamatan Pangururan berlangsung alot dan Lancar

SAMOSIRKU

SAMOSIR - Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang) Kecamatan Pangururan yang berlangsung di Gedung Kecamatan (20/02) berlangsung alot dan lancar. Turut hadir dalam acara, Wakil Ketua DPRD Samosir Jonni Sihotang dan Drs. Lundak Sagala, Danramil Pangururan Kapt. Inf. Simbolon, Kepala Bappeda Kab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Camat Pangururan, Kepala Desa se-Kecamatan Pangururan serta Tokoh Masyarakat dari Kecamatan Pangururan.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Samosir Jonni Sihotang meminta Kepada Kepala Bappeda untuk menganggarkan honor atau upah Operator e-KTP pada Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) mendatang, sebab terhitung mulai Januari 2013 anggaran untuk honor Operator e-KTP di Samosir tidak dianggarkan lagi, sementara perekaman terus berlanjut di samosir hingga saat ini.

Yang menarik dalam acara ini adalah sesi tanya jawab, dimana banyak dari masyarakat dan Kepala Desa menyakan tentang Administrasi Kependudukan kepada Hotmariani Simbolon selaku Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. 

Tumpak Sitanggang Kepala Desa Rianiate misalnya, Pertanyaan yang dikeluarkan tentang kepengurusan akte kawin dan surat pindah menjadi perdebatan yang lumayan panjang. Dirinya meminta kemudahan atau kebijakan yang meringankan tentang kepengurusan Administrasi dimaksud.

Menanggapi hal itu, Hotmariani Simbolon, Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Samosir secara tegas mengatakan, seluruhnya telah diatur dengan Undang-Undang dan semua berdasarkan undang-undang yang berlaku. Hotmariani menjelaskan bahwa kepengurusan akte kawin harus melampirkan surat kawin yang sah dari gereja. "Mengurus akte kawin misalnya, harus melampirkan surat kawin atau keterangan yang sah dari pihak gereja, jadi tidak bisa surat keterangan lain karena semuanya telah diatur undang-undang" Tegas Simbolon.

Peserta musrenbang yang hadir akhirnya bingung dan merasa pasrah, mengingat pada masa yang lalu masih-masih banyak warga samosir khususnya yang menikah ala "pasu-pasu raja". Hingga pada akhirnya jika menurut undang-undang maka mereka (yang menikah pasu-pasu raja/red) pastilah tidak akan mendapat akte kawin yang sah.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top