Untuk apa anda "terpanggil"

Samosirku,

Samosir, “…Aku terdorong untuk memberitakan. Celakalah jika aku tidak melakukannya…” 1 Korintus 9:16 NIV

Jika Anda menganggap kegagalan adalah akhir segalanya, maka Anda benar-benar gagal. Kapanpun Anda belajar dari kegagalan, Anda mengambil satu langkah menuju keberhasilan. Anda tidak dapat memukul home run jika Anda tidak berdiri di atas pelat dan menghadapi pelempar. Legenda bisbol, Babe Ruth, memukul rekor 714 home run, namun ia juga strike out 1.300 kali. Pada masa buruknya, seorang wartawan bertanya kepadanya bagaimana ia mengatasi kekecewaan. Ia berkata, “Jika saya terus mengayunkan tongkatnya, hukum rata-rata berkata saya akan semakin membaik. Malah ketika saya sedang gagal, saya merasa kasihan kepada pelempar karena cepat atau lambat ia akan membayarnya.” Ketika Benjamin Disraeli mencoba berbicara kepada Parlemen untuk pertama kalinya, mereka mencemoohnya agar ia diam. Namun ia berkata, “Walau sekarang saya duduk, akan tiba waktunya Anda akan mendengarkan saya.” Dan benar! Ia menjadi salah satu orator terbaik Inggris dan Perdana Menteri. Sekarang pengkritiknya dilupakan, namun kontribusi Disraeli dalam sejarah tetap dikenang. Anda berkata, “Bagaimana saya dapat mengenali takdir saya?” Pertama, takdir Anda adalah keinginan yang tidak akan melepaskan Anda. Paulus berkata, “Aku terdorong untuk memberitakan. Celakalah aku jika aku tidak melakukannya.” Kedua, takdir Anda melebihi sekedar pekerjaan, ia adalah sukacita. Pemazmur berkata, “Aku senang melakukan kehendak-Mu” (Mazmur 40:8). Ketiga, takdir Anda akan membuka kekreatifitasan Anda. Ketika Allah menyebut Gideon “pahlawan gagah perkasa” (Hakim-hakim 6:12) ia sedang bersembunyi di gua. Namun Allah sedang tidak membicarakan keadaannya sekarang, Ia berbicara kepada potensi di dalamnya. Jadi, Anda terpanggil untuk melakukan apa?


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top