Makna Perumpamaan Anak Yang Hilang

Samosirku,

“Ketika akhirnya ia menyadari…” Lukas 15:17 NIV

Apakah Anda memiliki hati yang terhilang? Perumpamaan anak yang hilang mengajarkan kita bahwa dengan mendengarkan Allah, kita dapat menghindari tragedi; bahwa dengan hidup di dalam peraturan-Nya kita diselamatkan dari kecenderungan melakukan kesalahan. Yesus berkata, “Ada seorang pria yang memiliki dua orang putra. Yang paling muda berkata… “Bapa, berikan warisanku”… Tidak lama kemudian… ia… pergi ke negeri yang jauh dan menghabiskan semua hartanya dalam hidup foya-foya. Setelah ia menghabiskan segalanya, datanglah bencana kelaparan besar… dan ia mulai melarat.

Jadi ia pergi dan bekerja… memberi makan babi-babi. Ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya” (ay. 11-16). Ketika Allah berkata tidak, dengarkan Dia. Ketika Ia menutup tirainya, bersyukurlah kepada-Nya. Lebih baik sendirian dan berjalan bersama Allah daripada dikelilingi orang-orang yang akan melukai Anda.

Anak yang hilang, keadaan tidak akan membaik sebelum Anda mulai melakukan sesuatu sesuai dengan cara-Nya! Apakah Anda bersedia bertobat dan kembali pulang? Dalam tiga perumpamaan beruntun, dalam Lukas 15, Yesus berkata bahwa gembala pergi mencari dombanya yang hilang, wanita itu mencari dirham yang terhilang, namun tidak ada yang mencari anak yang terhilang. Itu karena ia tahu jalan kembali. Dan itu terjadi ketika akhirnya ia sadar.

Sang pemberontak yang meninggalkan rumah dan berkata, “Berikan warisanku”, merendahkan dirinya dan kembali, katanya, “Bapa, ampuni aku.” Ketika ia melakukan itu, bapanya memeluknya dan berkata, “Anakku ini… terhilang dan kini ditemukan…” (Lukas 15:24 NIV). Hari ini Bapa Surgawi Anda menunggu menyambut Anda di rumah.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top