Menteri Perdagangan Kunjungi Samosir

Samosirku,


Kementerian Perdagangan (Kemendag)  RI Dr. Mari Elka Pangestu beserta jajaran melakukan peninjauan Pasar Pangururan - Kabupaten Samosir, yang dimana Pasar Pangururan merupakan salah satu dari 10 Kabupaten/Kota  penerima Pasar Pecontohan dari Kementerian Perdagangan RI (1/3). Kedatangan Mendag ke Kabupaten Samosir dihadiri  Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon, Wakil Bupati Samosir Ir.Mangadap Sinaga, Sekdakab Samosir Drs. Tigor Simbolon, Uspida Plus Kab Samosir, Ketua TP. PKK Kab Samosir. Ny. Artha Simbolon br Sitinjak Wakil TP. PKK. Ny. Megawati Sinaga br Simbolon, Ketua DWP Kab Samosir Ny.Simbolon br Siboro, Pimpinan SKPD dan Tokoh Masyarakat Kab Samosir.
Kemendag juga dalam kunjungannya memantau harga-harga pasar dengan langsung mendatangi tempat-tempat penjualan di sekitar pasar tersebut dan megunjungi Gereja Inkulturatif Pangururan. Pada kesempatan itu juga Pemerintah melalui Tokoh masyarakat memberikan cindera mata berupa pakaian adat wanita Batak kepada Menteri Perdagangan RI dan Ulos kepada jajaranya.
Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon dalam arahannya mengatakan Pemerintah Kabupaten Samosir beserta masyarakat sangat bangga atas kehadiran Ibu Menteri Perdagangan RI ke Kabupaten Samosir untuk meninjau langsung keadaan Pasar Pangururan yang dimana pasar tersebut dulunya merupakan pasar kecamatan dan setelah Samosir menjadi Kabupaten pasar pangururan menjadi pasar Kabupaten. Pasar Pangururan merupakan satu-satunya pusat pasar di Kabupaten Samosir dan para pelaku pasar bukan hanya Masyarakat Kabupaten Samosir saja akan tetapi dari Kabupaten tetangga juga berdatangan ke Samosir untuk melakukan pergerakan ekonomi pertukaran jual beli di Pasar Tersebut.
Ir. Mangindar Simbolon juga berharap Pasar Pangururan nantinya akan menjadi salah satu pasar pariwisata yang akan mendukung kepariwisataan di Kabupaten Samosir karena banyak para wisatawan yang datang ke Samosir dan berbelanja di sana. Beliau juga berharap agar pelaksanaan pembangunan pasar percontohan di Kabupaten Samosir dapat dilaksanakan dalam tahun ini.
Menteri Perdagangan Dr. Mari Elka Pangestu juga dalam sambutannya menjelaskan,  Pasar percontohan adalah pasar yang sesuai dengan kehidupan sosial dan budaya setempat dan merupakan pasar yang bersih, nyaman, segar, aman, jujur, higienis, dan ramah lingkungan dan ini merupakan salah satu program Kementerian Perdagangan, selain program revitalisasi pasar yang telah berjalan selama ini. Program tersebut adalah merupakan komitmen Kementerian Perdagangan untuk menjadikan pasar Indonesia kembali pada fungsinya sejak turun menurun, baik dari segi ekonomi, maupun sosial dan budaya. Pasar percontohan ini didedikasikan untuk rakyat Indonesia sehingga bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, “jelasnya.
Untuk memilih pasar percontohan Kemendag juga melakukan kunjungan untuk dapat memastikan kelayakan pasar untuk dijadikan percontohan dan yang paling terpenting adalah mendapat komitmen dari Pemerintah Daerah untuk melaksanakan program tersebut. Dalam program ini juga nantinya akan dilakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan SDM dalam pengelolaan pasar tradisional, pengelolaan pasar, dan peningkatan pengetahuan pedagang serta memfasilitasi pelaksanaan pos ukur ulang dalam rangka meningkatkan tertib ukur demi melindungi konsumen. Beliau juga menegaskan bahwa yang membedakan program ini dari program pasar lainnya adalah pendekatan yang holistic (menyeluruh) dengan kerjasama antar Kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan juga pihak Perbankan. Karena dari itu program ini tidak hanya memfokuskan pada aspek fisik, tetapi juga prasarana, logistik dan infrastruktur yang dapat menjadikan sebuah pasar yang beroperasi dengan baik.
Saat ini baru 10 Pasar di setiap Kabupaten di Indonesia yang dijadikan percontohan dan salah satunya Kabupaten Samosir, namun kami juga diharapkan nantinya pasar percontohan akan bertambah setiap tahunya serta juga akan dilakukan pendampingan agar Kementerian Perdagangan dan Pemerintah Daerah setempat memiliki pemahaman yang sama dan rasa kepemilikan (ownership) terhadap program ini.
Adapun alasan pasar tradisional Pangururan dijadikan Pasar Percontohan karena Pertama, pasar ini merupakan salah satu pusat kegiatan di Kabupaten Samosir Kedua, dari aspek lokasi, pasar pangururan mempunyai posisi yang sangat strategis karena posisinya berada di jalur yang mudah di akses, Ketiga, dar aspek fungsi pasar Pangururan selain berfungsi sebagai pertemuan antara penjual dan pembeli juga memiliki fungsi sebagai wahana sosialisasi masyarakat, dalam artinya dapat dijadikan sebagai tempat pertemuan keluarga, kekerabatan dan bahkan muda-mudi yang dimana kerap diulakukan di tempat ini. Dan juga sejak tahun 2009 Kementerian Perdagangan RI juga telah mengupayak program revitalisasi pasar di tiga lokasi di Provinsi Sumatera Utara, yaitu Kabupaten Tapanuli Utara, Kanupaten Samosir dan Kota Pematang Siantar, “Tegasnya.
Sumber : Samosirkab.go.id


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top