KEBERADAAN FORUM KOMUNIKASI TOKOH MASYARAKAT (FKTM) DI KABUPATEN SAMOSIR

Samosirku,


Latar Belakang

1.      Latar belakang dibentuk Forum ini merupakan jawaban tuntutan era globalisasi yang sudah berjalan, yang begitu besar pengaruhnya pada aspek kehidupan manusia terutama perubahan sosial ekonomi dan juga sangat besar pengaruhnya kepada peradapan, adat budaya dan seni. Untuk itulah dibentuk Forum Komunikasi Tokoh Masyarakat sewilayah bius Kabupaten Samosir.
2.      Memang sebelum pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara (TAPUT) terbentuk Kabupaten Tobasa dan dari Tobasa dimekarkan Kabupaten Samosir. Sudah ada satu lembaga untuk mengayomi adapt istiadat yang disebut Lembaga Adat Dalihan Natolu (LADN), namun lembaga ini hanya berputar dalam adapt istiadat, hubungan dengan Tubu, Hula-hula, boru yang belakangan ini paopat sihol-sihol (dongan sahuta/ ale-ale). LADN ini tidak mencakup semua aspek kehidupan masyarakat dalam jaman globalisasi sekarang ini.

Tujuan

Dari beragam aspek kehidupan masyarakat sangat diperlukan suatu Lembaga yang disebut Forum Komunikasi untuk menangani kemajuan yang begitu cepat agar jangan begitu cepat perubahan yang dapat menghilangkan jati diri bangsa khususnya masyarakat Kabupaten Samosir. Sangat diharapkan penanganan yang serius secara kolektif dan terpadu antara masyarakat dengan pemerintah. FKTM benar-benar dapat menghimpun masyarakat agar mau berpartisipasi dalam segala proses pembangunan sebagai fungsi subjektif dan objek untuk dapat mempercepat proses pemberdayaan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan. Mewujudkan harapan ini adalah dengan hati iklas dan tulus dibarengi rasa kasih dan ikatan kekeluargaan yang disebut dengan Dalihan Natolu dan juga rasa sahuta (saluat).

FKTM merupakan Himpunan dari segala Ketokohan mulai dari Desa/ Kelurahan Kecamatan dan FKTM Kabupaten merupakan alat untuk menghimpun Tokoh-Tokoh dari setiap Desa/ Kelurahan yang dihimpun di Kecamatan dan yang dihimpun di Kecamatan di himpun kembali di Kabupaten. Jadi ada FKTM Kecamatan dan Kabupaten Samosir terdiri dari 9 Kecamatan, berarti FKTM Kecamatan ada 9 (sembilan). FKTM Kecamatan terdiri dari Ketua, Sekretaris, Bendahara dan 6 Ketua-Ketua bidang. FKTM Kabupaten terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara dan 6 Ketua-Ketua Bidang dimana Kabupaten Samosir terdiri dari 117 Desa/ Kelurahan dan 9 Kecamatan.

Bius

Awalnya Bius dibentuk berdasarkan Kenegerian, Kabupaten Samosir terdiri dari 25 Kenegerian yang berarti Kabupaten Samosir terdiri dari 25 Bius (saat penjajahan belanda) namun belakangan ini sudah beberapa kelompok paradatan dalam satu kenegerian. FKTM Kabupaten memprogramkan menghimpun Tokoh-Tokoh Masyarakat agar tokoh-tokoh tersebut bermusyawarah mempersatukan pendapat agar pelaksanaan paradaton disamakan minimal dalam wilayah kenegerian. Juga perlu ada kesepakatan tentang arti dan makna ulos batak.
Perlu kami jelaskan bahwa dalam susunan FKTM Kabupaten ada 6 Ketua Bidang yaitu :
1.      Bidang Agama
2.      Bidang Adat
3.      Bidang Pendidikan
4.      Bidang Ekonomi Rakyat
5.      Bidang Seni/ Budaya
6.      Bidang Lingkungan Hidup

Untuk efisiennya maka kami mencoba dalam melaksanakan pertemuan tokoh-tokoh masyarakat, berdasarkan bidangnya dengan ketentuan :
1.      Ketua Bidang agama kerjasama dengan Ketua Bidang Pendidikan;
2.      Ketua Bidang Adat bekerjasama dengan Ketua Bidang Seni/ Budaya;
3.      Ketua Bidang Ekonomi Masyarakat bekerjasama dengan Ketua Bidang Lingkungan Hidup.

Pengurus harian menghimpun program dari setiap bidang pengurus FKTM Kabupaten maupun FKTM Kecamatan bukan pakar dari bidang-bidang tersebut diatas. Apabila Program dari setiap bidang membutuhkan nara sumber (pakar) dalam bidang itu, pengurus FKTM akan mencari orang yang dapat menjawab program tersebut. Mekanisme pembentukan susunan kepengurusan FKTM, utusan setiap desa bermusyawarah di Kecamatan, terbentuklah pengurus FKTM Kecamatan. Setiap pengurus FKTM Kecamatan bermusyawarah maka terbentuklah kepengurusan FKTM Kabupaten. Kepengurusan FKTM Kabupaten dipilih langsung oleh FKTM Kecamatandan pada tanggal 22 Desember Tahun 2006 ditetapkanlah susunan kepengurusan Kabupaten Samosir dimana prosesnya agak lumayan lama karena dimulai dari Desa/ Kelurahan dan dibarengi dengan perbedaan pengertian wilayah bius dan arti bius.
Karena wacana ini sudah dimulai pada bulan Maret Tahun 2006, FKTM ini mulai bekerja sejak Januari 2007 dalam rangka penyusunan Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga sosialisasi kesetiap Kecamatan. Tahun 2008/2009 aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang menyangkut Program Pemerintah, juga mengikuti dan menghadiri Undangan Propinsi dan pusat. Pengurus FKTM di Kecamatan maupun FKTM Kabupaten tugasnya mengkoordinir dan bukan Raja Adat (Raja Bius).
Rencana Tahun 2011 :
1.     Menghimpun atau mempertemukan Kepala Desa, Tokoh Adat dari setiap Kenegerian dari setiap Kecamatan.
Harapan :
1.     Tercapai kesepakatan tentang keseragaman pelaksanaan adat;
2.     Arti dan makna ulos di Kabupaten Samosir.
Kebetulan ada Dana untuk Anggaran 2010 sebesar Rp. 40.000.000,- (empat puluh juta rupiah), pemanfaatan dana ini direncanakan membiayai pertemuan awal dari tokoh-tokoh dalam satu atau dua bidang (Tokoh Adat dan Tokoh Budaya) walaupun dana tersebut sampai saat ini belum cair. Demikian sekilas kami sampaikan tentang FKTM Kabupaten Samosir dan masih banyak yang belum dipaparkan dalam pertemuan ini. Atas kekurangan dan tekstur bahasa yang kurang berkenan di hati Bapak kami mohon maaf. HORAS, HORAS, HORAS.

Pangururan, 16 Desember 2010
PENGURUS

DTO

MC. SITUMORANG







No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top