Gunung Pusuk Buhit masih normal

Samosir (SB)
Meningkatnya sejumlah aktivitas gunung merapi di Indonesia, tidak mempengaruhi gunung merapi di Kabupaten Samosir seperti Gunung Pusuk Buhit yang masih normal hingga saat ini. Kepala Badan Lingkungan Hidup Samosir Darwin Harianja mengatakan hal itu kepada SB, Jumat (5/11) melalui telepon selulernya.
Petugas pengamatan Gunung Merapi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di Parapat melaporkan bahwa Gunung Merapi di Samosir aman dan suhu air panas yang keluar dari lereng gunung tetap normal. Dan Kita “selalu monitor” suhu airnya, apabila suhunya mengalami kenaikan di atas 60 derajat akan dilaporkan ke pihak BMKG di Parapat,” sebut Darwin.
“Gunung merapi Pusuk Buhit sampai sekarang normal, tidak ada tanda-tanda aktif dan tidak ada peningkatan aktivitas, hal itu dapat terlihat dari tanaman di lereng gunung masih normal dan hewan di sana tidak ada yang keluar dari gunung. Karena kita tidak punya alat Tesmograf jadi setiap hari kita selalu monitor sekeliling gunung itu khususnya suhu air panas yang keluar dari lereng gunung,” pungkasnya.
Ketika ditanya SB, kapan terakhir pihak BMKG memonitor Gunung Merapi Pusuk Buhit itu, Darwin menjawab pihak BMKG terakhir memonitor Merapi itu saat terjadinya gempa Nias. Dan Darwin mengatakan pihak BMKG Parapat tidak tidur dan selalu monitor melalui stasiun pengamatan monitor otomatis dan kalau tanda- tanda pihak BMKG pasti langsung telepon kita. Dan tanggal 11 Nopember nanti Pemkab Samosir akan mengundang pihak BMKG Parapat ke Samosir,” katanya.
“Warga sekitar gunung bermarga Naibaho, juga merasa tidak khawatir dengan maraknya letusan gunung seperti yang sering terjadi saat ini. Dan situasi di sekitar lereng gunung biasa-biasa saja dan tidak pernah memperbincangkan hal itu, baik di rumah maupun di warung kopi yang ada di sana,” ungkap Naibaho.
Wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samosir Drs Lundak Sagala meyakini gunung Merapi Pusuk Buhit normal, karena gunung itu penuh sakral. Dan Gunung Pusuk Buhit diyakini masyarakat, khususnya orang Batak sebagai asal mula orang Batak. Jadi Gunung itu “penuh sakral” tidak perlu khawatir meski dalam beberapa minggu ini sejumlah gunung merapi menunjukkan peningkatan aktifitas,” jelas Lundak.
Ditambahkan juga letusan Gunung Merapi yang terjadi di daerah lain tidak ada pengaruhnya dengan Merapi di Samosir. Memang gunung Pusuk Buhit ini salah satu gunung aktif di Indonesia, tapi kondisinya sudah kita lihat bersama tetap normal,” terang Lundak yang asalnya dari lereng gunung itu.
MASYARAKAT SAMOSIR GELAR AKSI PEDULI BENCANA MENTAWAI
Masyarakat Kabupaten Samosir menggelar kegiatan aksi peduli bencana yang terjadi di Mentawai Sumatera Barat pada Rabu (3/11) lalu dipusatkan di Simpang Empat Pangururan dan Simpang Tiga Pintussona. Kegiatan diharapkan meringankan beban saudara kita yang ditimpa muSBah tsunami itu, dengan menggalang aksi pengumpulan dana, sebut Koordinator Pengumpulan Dana Peduli Korban Mentawai Fernando Sitanggang SH kepada SB saat melakukan aksi peduli bencana.
Fernando menambahkan saat ini telah terkumpul dana Rp 7 juta, dan dana ini akan segera dikirimkan ke Mentawai melalui relawan Gereja Bethel Indonesia.
“Penggalangan pengumpulan dana masih dilaksanakan, Rabu (10/11) nanti karena hari itu adalah hari Pekan di Samosir. Dan diharapkan akan menggugah kepedulian warga Samosir yang dikenal peduli dengan sesama dan sikap tolong menolong. Pada pukul 10.00 Wib penggalangan pengumpulan dana akan dimulai dengan bantuan siswa siswi beberapa sekolah di seputaran Kecamatan Pangururan. Aksi bersama ini merupakan sikap peduli masyarakat Samosir terhadap sesama, dengan harapan akan meringankan beban dan memberi motifasi kepada saudara-saudara kita di Mentawai,” imbuh Fernando.
Pimpinan dan karyawan Radio Samosir Green sebelumnya telah mengumpulkan dana bantuan kepada korban tsunami Mentawai, dengan demikian hasil penggalangan pengumpulan dana peduli Mentawai nantinya akan diantarkan oleh pihak Radio Samosir Green didampingi salah seorang tokoh masyarakat,” sebut Fernando Sitanggang.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top