Yayasan Sosial akan dibangun di Kabupaten Samosir

Samosirku,
Kepala Dinas sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Samosir Ir. Theodora Sihotang, SH, MAPA mengungkapkan, korban penyalahguna narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya tidak dapat ditutup-tutupi lagi, keluarga harus terbuka dan mengangkat permasalahan untuk dipecahkan dan dituntaskan secara bersama-sama mulai dari keluarga, kepala desa, camat sampai pada tingkat dinas sosial. Menurutnya beliau penyahlahgunaan narkotika bermula dari hal kecil seperti merokok sampai pada menggunakan ganja sehingga menimbulkan ketergantungan, hal ini membuat mereka harus didampingi melalui pelayanan direhabilitasi sosial. Di samping itu, penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada si pemakai tetapi pada anggota keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.
Menurutnya, dalam waktu dekat akan dibangun Panti Terpadu di Kabupaten Samosir yang melayani lansia, korban penyalahgunaan narkoba, anak terlantar, yang calon kelayannya berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada prinsipnya pemerintah Kabupaten Samosir teleh menyetujui pembangunan panti terpadu tersebut dan telah dianggarkan, dan berharap adanya dukungan dari Dinas Kesejahteraan dan Sosial Propinsi Sumatera utara serta Kementrian Sosial RI. Hal ini diungkap Theodora pada penyuluhan dan penyebaran informasi bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya di Samosir baru-baru ini.
Kegiatan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya dilaksanakan di Kabupaten Samosir oleh Pusat Rehabilitasi Sosial Atau Pspp “Insyaf” bekerja sama dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Samosir, dilaksanakan di Aula kantor Bupati samosir pada tanggal, Selasa 12 Agustus 2010.
Maksud kegiatan penyuluhan tersebut memberikan informasi tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba skaligus memaparkan pelayanan program rehabilitasi sosial yang dilakukan di Pusat Rehabiliati Sosial “Insyaf” Sumatera Utara. Sehingga Adanya pemahaman pilar partisipan dan instansi terkait tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan memudahkan masyarakat untuk mengakses pelayanan rehabilitasi sosial.
Sasaran Kegiatan ini adalah pilar-pilar partisipan masyarakat sebanyak 50 orang yang terdiri dari; karang taruna, tenaga kerja sosial kecamatan, organisasi sosial dan instansi terkait pada pemerintahan Kabupaten Samosir
Target yang diharapkan dari kegiatan tersebut; Terbentuknya mitra pusat rehabilitasi sosial dari pilar partisipan masyarakat dan instansi terkait dalam merujuk korban penyalahgunaan narkoba dan tersosialisasinya program pelayanan rehabilitasi sosial. Informasi yang diterima oleh pilar partisipan dan instansi terkait dapat disebarluaskan kepada keluarga, masyarakat dan khususnya bagi korban penyalahgunaan NAPZA yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka.
Sementara itu kepala pusat rehabilitasi sosial “insyaf” Sumatera Utara diwakili kasi Program dan Advokasi Sosial Pengalamen Surbakti mengungkapkan korban penyalahgunaan narkotika kurang lebih 2700 orang di Sumatera Utara, tetapi fakta di lapangan yang tidak terungkap mungkin lebih dari itu. Mengingat kemampuan pusat rehabilitasi untuk memberikan pelayanan kepada korban penyalahgunaan narkoba hanya 100 orang setiap tahunnya. Untuk itu, sangat penting dilakukan penyuluhan dan penyebaran informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkotika, karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Menurutnya banyak keluarga yang kurang waspada tentang bahaya narkoba, tetapi apabila anggota keluarganya sudah terkena narkoba, biasanya mereka baru sadar dan buru-buru mencari tempat rehabilitasi. Bahkan sebagian keluarga merehabilitasi anaknya di luar negeri karena mereka menganggap aib bagi keluarga. Untuk itu beliau sangat berharap keluarga lebih terbuka dan merujuk anggota keluarganya untuk direhabilitasi di Pusat rehabilitasi insyaf Sumatera Utara, tanpa bayaran, yang terletak di Jl. Berdikari No. 37 Desa Lau Bakeri Kec Deli serdang, tel 061-77200300.
Sebagai narasumber pada kegiatan tersebut Ir Theodora Sihotang SH MAPA, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Samosir. Pengalamen Surbakti Aks MP, Kasi Program dan Advokasi Sosial dan Resti Fitria Nurhayati SST dari Pusat Rehabilitasi Sosial “Insyaf” Sumatera Utara.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top