lagi-lagi Citra DPR tercoreng

dikutip dari : hariansib.com

Samosirku
,
Jakarta,
Beredar kencang di internet, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari sebuah partai besar dilaporkan seorang Sales Promotion Girl (SPG) ke polisi karena telah memerkosanya.
Peristiwa memalukan ini dilakukan anggota DPR berinisial N pada Mei lalu di sebuah hotel di Bandung. Sang SPG berinisial D itu mengaku dipaksa melayani N yang datang ke Bandung untuk menghadiri acara parpol pada Mei 2010 lalu.
Menurut berita yang dilansir Inilah.com, oknum berinisial N ini merupakan salah satu pengurus partai politik besar di Tanah Air. Diduga perkosaan yang menimpa korban terjadi di sela-sela acara parpol, perkosaan terjadi di sebuah hotel berinisial A, Kota Bandung. Peristiwanya terjadi pada akhir Mei.
Menurut informasi ‘N’ berasal dari daerah pemilihan Jawa Timur. Ketika dihubungi melalui nomor teleponnya ‘N’ tidak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Meski tersambung ke nomor ‘N’ namun yang bersangkutan tidak mengangkat telepon genggamnya tersebut. Yang terdengar hanyalah suara Ring Back Tone musik berirama padang pasir. Begitu juga dengan pesan singkat yang dikirimkan tidak dibalas olehnya.
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabid Penum) Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Marwoto Soeto mengaku belum mendapatkan laporan dari Polwiltabes Bandung. “Saya belum dapat informasi soal itu, mungkin bisa dicek dulu ke Bandung,” ujar Marwoto.
Dari Bandung diperoleh informasi bahwa Polres Kota Besar Bandung telah memegang beberapa alat bukti dugaan pemerkosaan oknum anggota DPR berinisial N. Di antaranya hasil visum dan CCTV hotel yang dijadikan tempat mesum pelaku. Jika memang terbukti anggota DPR tersebut memerkosa SPG maka koleksi skandal cabul anggota bertambah. Sebelumnya DPR periode 2004-2009 pernah diguncang oleh skandal seks anggota DPR dengan sekretarisnya. Anggota DPR tersebut adalah Max Moein dari Fraksi PDIP. Dugaan pemerkosaan Max diungkapkan oleh sekretarisnya yang juga adalah korban yaitu Desi Firdiyanti. Desi mengaku diperkosa berkali-kali Max pada Maret 2005. Kala itu, Desi bekerja sebagai sekretaris Max. Saksi bisu yang mengetahui Desi digagahi adalah dinding ruang keja Max.
Kasus seks yang menimpa wakil rakyat lainnya adalah skandal cinta Yahya Zaini dengan artis Maria Eva. Skandal keduanya bahkan sampai terekam dan beredar luas di dunia maya. Video syur keduanya mendunia melalui Youtube, Website ini diakses 19,6 juta pengunjung setiap hari.
BIADAB
Jika benar anggota DPR berinisial N itu melakukan pemerkosaan, artis kawakan Pong Harjatmo menilai perbuatan wakil rakyat itu biadab. “Itu namanya wakil biadab. Harus ditindak tegas,” terangnya saat dihubungi Berita Kota di Jakarta, Kamis (5/8). Artis yang belum lama ini menjadi sorotan lantaran kenekatannya mencoret gedung DPR/MPR, menyatakan bahwasanya Indonesia kini mengalami krissi keteladanan. Seharusnya wakil rakyat mampu memberikan contoh yang baik terhadap rakyatnya, dan menjadi teladan yang baik. Ini malah memerkosa,” lanjutnya.
Ditegaskan Pong , tindakan yang dilakukan anggota DPR tersebut menandakan adanya kebobrokan akhlak dari si pelaku yang tak lain adalah wakil rakyat. “Bukan bicara soal mental lagi, tapi akhlaknya bejad. Kalau dia memang wakil yang baik dan berkualitas, pastinya dia tidak akan berbuat seperti itu,” tambahnya lagi.
Pong berharap, kasus ini benar terbukti dan tersangkanya benar-benar anggota DPR, sehingga pihak berwajib bisa mengambil langkah tegas dan tidak terkesan melindungi anggota DPR tersebut. “Jangan mentang-mentang dia berasal dari Parpol besar, sehingga dia dilindungi. Hukumlah sesuai dengan apa yang dilakukannya,” paparnya.
MARZUKI ALIE MINTA ISU TINDAKAN ASUSILA DIBUKTIKAN
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie meminta isu adanya kader Demokrat yang melakukan tindakan asusila segera dibuktikan.
“Jangan cuma isu. Kalau ada faktanya tunjukkan, kalau ada laporan segera ditindaklanjuti, tidak ada yang kita tutupi, tidak ada yang dibela. Kalau memang ada kader yang berbuat seperti itu, Partai Demokrat pasti menindak, sesuai AD/ART, sanksinya sampai tindakan pemecatan,” kata Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Jumat.
Marzuki mengatakan hal itu menanggapi isu adanya kader Partai Demokrat yang juga anggota DPR RI melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita pada Mei 2010 di Bandung, saat Kongres II partai pemenang pemilu itu.
Marzuki Alie yang juga Ketua DPR RI mengaku belum mengetahui informasi tersebut.
“Kita belum terima apa-apa soal itu, dan terlalu banyaklah kerja kita daripada menelusuri itu. Itu urusan polisi,” kata Marzuki.
Mantan Sekjen Partai Demokrat itu mengatakan, sebaiknya isu yang berkembang harus dibuktikan terlebih dulu dan setelah itu, baru akan diambil tindakan.
Sebagai Ketua DPR, Marzuki Alie meminta kepada agar penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan soal kasus tersebut.
“Sebagai Ketua DPR, saya pesan pada penegak hukum, tegakan hukum, tidak perlu takut, meski dia dari partai besar,” katanya.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top