Hari Ini Warga HKBP Kebaktian Keprihatinan di Depan Istana Negara

Tarutung,
Hari ini, Minggu (15/8), warga jemaat HKBP akan melaksanakan kebaktian di depan Istana Negara di Jakarta. Begitu juga dengan ribuan warga jemaat HKBP se-Distrik Silindung akan menggelar kebaktian di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tapanuli Utara di Jalan Sisingamangaraja Tarutung. Kebaktian tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh sekelompok massa terhadap jemaat HKBP Pondok Timur Indah (PTI) Bekasi yang sedang melakukan ibadah Minggu (8/8).
Demikian disampaikan Sekjen HKBP Pdt Ramlan Hutahaean MTh dalam konfrensi pers yang dilaksanakan, Sabtu (14/8) di ruang sidang Kantor Pusat HKBP di Pearaja Tarutung. Sekjen didampingi Praeses HKBP Distrik II Silindung Pdt Manogari Silitonga MTh, Pendeta Resort HKBP Pearaja Tarutung Pdt Darwin Sihombing, Ka. Biro Personalia Pdt Donal Sipahutar, Waka Biro Personalia Pdt Samuel Sitompul dan Biro Informasi Pdt Gonggom Aruan. Sekjen HKBP menyebutkan kebaktian keprihatinan ini merupakan reaksi spontan warga jemaat HKBP di Jakarta dan Tarutung. “Tidak sedikit warga HKBP yang tersentak mendengar kejadian yang dialami warga jemaat HKBP PTI Bekasi yakni terjadinya pemukulan kepada jemaat yang sedang melaksanakan ibadah. Bahkan tidak sedikit pula yang meminta adanya sikap tegas pucuk pimpinan HKBP atas peristiwa itu,” sebutnya.
Maka dengan spontan pula katanya, disepakati melakukan kebaktian keprihatinan ini karena semua menyadari keadaan saat ini terutama yang dialami jemaat HKBP PTI Bekasi sudah sangat mengkhawatirkan. “Ini bentuk solidaritas, simpatik dan empatik jemaat di Tarutung kepada jemaat HKBP PTI Bekasi,” ujar Pdt Ramlan.
Aksi di Jakarta kata Sekjen, dilakukan Minggu (15/8) sekira pukul 13.00 WIB di depan Istana Negara. Namun akan dipatuhi segala peraturan kiranya tidak dibolehkan persis di depan istana. “Sampai batas yang ditoleransi di depan istana, disitu akan dilakukan,” ucapnya. Demikian wartawan SIB dari Tarutung.
Menurut The Jakarta Post yang terbit kemaren, jemaat dari 36 gereja yang jumlah 1000 lebih juga telah menyatakan ikut bergabung dalam kebaktian di depan Istana, yang menurut rencana akan memakai jubah hitam. Sementara Polda Jaya telah mengerahkan 2000 personel untuk mengamankan aksi damai tersebut.
kebaktian di Tarutung
Sementara rencana kebaktian di depan gedung DPRD Taput, menurut wartawan SIB, dilangsungkan Minggu (15/8) pukul 14.00 WIB sudah dipastikan dapat dilakukan karena sudah dipermisikan kepada Pemda Taput dan juga telah diberitahukan kepada Polres Taput.
Aksi itu dimaksudkan agar semua menyadari bahwa dimanapun harus bebas beribadah di negeri ini. “Selanjutnya untuk menunjukkan bahwa kami ada. Jadi jangan dianggap tidak ada. Apa karena sedikit sehingga tidak boleh beribadah di tempat yang orang yang lebih banyak,” ungkapnya.
Diharapkan, melalui aksi itu nantinya (“bukan demontrasi, karena bukan ciri kita demontrasi,” sebut Sekjen”) ada perubahan di negeri Indonesia. “Ada sesuatu yang menjadi pergumulan bangsa ini saat ini yaitu mewujudkan pasal 29 UUD 45 yakni tentang kebebasan beragama,” tegasnya sembari menjelaskan bahwa di Tapanuli Utara semuanya bebas beribadah dan tidak pernah ada yang menghalangi untuk mendirikan rumah ibadah agama apapun. “Dapat kita katakan di Tarutung ini merdeka beribadah. Kenapa di daerah sana jadi tidak bebas beribadah. Tidak dibeda-bedakan agama apapun di sini, semau bebas mendirikan rumah ibadah tanpa permisi kepada masyarakat di tempat itu. Tarutung ini hendaknya dicontoh daerah lain di negeri ini,” pungkasnya.
Pdt Ramlan Hutahaean menyesalkan sikap Kepolisian yang ragu-ragu dalam menegakkan kebenaran terkait dengan peristiwa penyerangan yang dilakukan Ormas kepada jemaat HKBP PTI Bekasi saat beribadah. “Masya yang beribadah yang dievakuasi, bukan yang menyerang yang dihalau,” sesalnya.
SUDAH PENUHI SKB TIGA MENTERI
Sekjen HKBP Pdt Ramlan Hutahaean menjelaskan pembangunan Gereja HKBP PTI Bekasi sudah melalui proses yang panjang. Jemaatnya sudah sejak bertahun-tahun lalu beribadah di suatu tempat. Jadi pembangunan gereja itu bukan tiba-tiba muncul.
Saat hendak dibangun, maka pemerintah setempat menganjurkan agar gedung gereja itu tidak dibangun di lokasi milik HKBP PTI Bekasi yang sudah lama didiami tadi. Tetapi di tempat lain dengan janji ijinnya segera dikeluarkan dan lokasi barupun ditunjukkan pemerintah setempat.
Anjuran pemerintah itu pun dipenuhi. Ijin pun diterbitkan, namun entah kenapa ijin tadi kembali dianulir. Bahkan yang lebih parah lagi, semakin bermunculan kelompok-kelompok massa yang menolak pendirian gedung gereja itu. “Lokasi yang diserang Ormas saat berlangsungnya ibadah jemaat HKBP PTI Bekasi, itulah tempat yang ditunjuk pemerintah setempat pengganti lokasi milik HKBP sebelumnya. Anehkan di tempat yang ditunjuk pemerintah, Ormas bisa menyerang jemaat yang sedang beribadah tanpa ada yang melindungi yang diserang ini,” sebut Sekjen dengan nada bertanya.
Menurut Sekjen, pembangunan Gereja HKBP PTI Bekasi sudah memenuhi ketentuan dalam SKB Tiga Menteri. “Sudah dipenuhi SKB, tapi tetap juga tidak bisa membangun gereja. Jadi apa lagi yang harus dipenuhi?. Lobbi-lobbi dan pendekatan kepada pengambil keputusan juga sudah dilakukan, tapi nampaknya tidak digubris. Karena itu kita berpikir selain melakukan lobbi-lobbi dan pendekatan harus diikuti aksi grassroot. Rupa-rupanya sekarang grassroot harus juga bergerak,” tegas Sekjen.
Sekjen sangat percaya kalau Gereja HKBP PTI Bekasi akan jadi dibangun sebab tidak ada yang dapat menggagalkan pekerjaan Tuhan. Begitu juga pembangunan Gereja HKBP PTI Bekasi diyakini tidak ada yang bisa menggagalkannya. Yang mungkin hanya mempersulit dan memperlambat pembangunannya. “Tuhan saja setuju pembangunan rumah ibadah. Kenapa pula jadi manusia yang tidak membolehkan pembangunan rumah ibadah,” kata Sekjen.
Satu hal penting yang harus disadari pemerintah Indonesia kata Sekjen Ramlan Hutahaean, bahwa dengan berdirinya suatu gereja di suatu tempat maka sudah barang tentu membantu pemerintah memperlengkapi warganya menjadi warga yang baik.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top