Isu "BEGU GANJANG" marak di Tapanuli Utara

Samosirku,
Isu kepemilikan “begu ganjang” semakin marak di Kabupaten Tapanuli Utara yang disusul dengan tindakan main hakim sendiri oleh warga kepada yang dituduhkan sebagai pemilik “begu ganjang”.
Belum tuntas penyelesaian kasus pembakaran tiga warga Desa Sitanggor Kecamatan Muara secara hidup-hidup hingga tewas yang dilakukan massa kampung tersebut Sabtu malam (15/5), peristiwa main hakim sendiri kembali terjadi Selasa (18/5) sekira pukul 12.00 WIB di Dusun Partangga Desa Hutauruk Kecamatan Sipoholon.
Sejumlah warga Desa Partangga membakar rumah warga lainnya di desa itu yakni milik Pardes Manalu dengan tuduhan memiliki “begu ganjang”. Aksi massa terpicu oleh kehadiran seorang gadis yang dibawa keluarganya pada pertemuan warga yang dilaksanakan di satu rumah ibadah di daerah tersebut.
Gadis yang masih berstatus pelajar tersebut dalam keadaan sakit dan disebut keluarganya akibat “begu ganjang” milik Pardes Manalu. Saat pertemuan berlangsung tiba-tiba saja gadis itu kejang-kejang yang sontak membuat keluarganya menangis dan spontan mendapat perhatian warga peserta pertemuan.
Situasi pertemuan pun semakin tak kondusif karena sebagian warga telah bereaksi dengan meninggalkan acara beranjak menuju rumah Pardes Manalu dan melakukan pembakaran.
Padahal pertemuan tersebut dilaksanakan oleh pihak Polres Taput dan Pemkab Taput yang dihadiri Wakapolres Kompol Martin Nasution dan Camat Sipoholon Sasmiduk Situmeang beserta sejumlah pejabat Pemkab lainnya untuk tujuan sosialisasi yang bertujuan agar masyarakat jangan percaya dengan isu begu ganjang apalagi sampai bertindak anarkis.
Dalam situasi pertemuan masih berlangsung, rupanya sebagian warga telah melakuan pembakaran rumah Pardes Manalu. Ratusan warga yang sudah bringas langsung memasuki rumah tersebut dan menyirami seisi rumah dengan bensin lalu membakarnya.
Dengan bertindak cepat akhirnya polisi berhasil memadamkan api sebelum seluruh rumah hangus terbakar walau harta benda Pardes Manalu yang tadinya berada di dalam rumah tidak sempat lagi diselamatkan.
Sementara itu, keluarga Pardes Manalu dan kepala desa Hutauruk terpaksa diamankan polisi dengan membawanya dari lokasi kejadian untuk menghindari amuk massa.
Tindak anarkis yang lebih jauh lagi dari warga berhasil diantisipasi polisi dengan menghalau warga serta menangkap sebanyak 25 orang warga Desa Partangga.
Kasat Reskrim Polres Taput AKP R Purba di lokasi kejadian kepada wartawan membenarkan, sebanyak 25 orang warga sudah ditahan di Polres Taput. “Kita akan selidiki siapa yang ikut atas pembakaran rumah Pardes Manalu,” sebutnya.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top