TELADAN KERENDAHAN HATI


SAMOSIRKU,
RENUNGAN HARI INI : Keluaran 4:15-16; 7:1-2
Tentang kerendahan hati Andrew Murray menjelaskan demikian, “ Kerendahan Hati adalah ketenangan hati yang sempurna, tidak mengharapkan sesuatu, tidak merasa bangga terhadap sesuatu yang dicapai atau dilakukan, tidak merasa terganggu terhadap tindakan yang menentang, tetap tenang meski tidak ada yang memuji, ketika disalahkan atau bahkan direndahkan. Merasa memiliki kediaman yang indah dalam Tuhan, dimana ia dapat masuk dan menutup pintu, berlutut kepada Bapa di dalam Doa dan merasakan kedamaian seperti di kedalaman laut, meskipun diatas penuh badai.”
Salah satu sikap yang harus dimiliki oleh pelayan Tuhan sejati adalah Kerendahan Hati, tanpa kerendahan hati tidak akan ada pengenalan diri yang sesungguhnya, tak ada pertobatan, tak ada iman dan keselamatan. Tidak terhitung berapa banyak pelayanan yang terhambat karena tidak adanya kerendahan hati dari para pelayan Tuhan.
Harun dapat dikategorikan sebagai Pelayan yang Rendah Hati, secara urutan kelahiran, anak-anak Amran-Yokhebed adalah Miryam, Harun dan Musa. Tetapi karena tradisi Yahudi tidak mengutamakan anak perempuan, maka otomatis Harun yang diperhitungkan sebagai Anak Sulung. Dalam perjanjian lama “anak sulung” merupakan gelar kehormatan bagi yang menyandangnya. Anak sulung mendapat hak yang istimewa untuk memegang kepemimpinan didalam keluarga ketika ayahnya sudah meninggal. Ia menjadi pemimpin Rohani dan Sosial sehingga Ibu dan Adik-adiknya harus taat kepadanya. Ia juga mendapat warisan dua kali lipat (Ulangan 21:15-17) dan memperoleh berkat serta kekuasaan (Kej. 28:4).
Tuhan berfirman kepada Musa : “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai allah bagi firaun dan Harun abangmu akan menjadi nabimu.” (Kel 7:1). Didalam menjalankan tugas yang diberikan Tuhan kepada kakak beradik ini nampak jelas hirarki yang menunjukkan bahwa harun berada dibawah Pimpinan dan komando Musa. Tetapi harun melakukan tugasnya dengan setia tanpa mempermasalahkan siapa yang lebih tua atau muda, siapa diatas siapa dan nama siapa yang akhirnya lebih dikenal. Sebelum Tuhan memilih Harun menjadi Partner Musa, Tuhan sudah tahu siapa Harun dan bagaimana ia akan menanggapi tugas yang Tuhan berikan sebagai asisten adiknya. Tuhan tahu bahwa Harun adalah orang yang rendah hati dan bisa diajak bekerjasama. John Gill Exposition menjelaskan Kel 4:14, “…….dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya,” bahwa sukacita yang dirasakan harun disini bukan hanya sukacita karena bertemu adiknya yang sudah 40 tahun berpisah. Ia bersukacita terlebih karena mendapatkan kepercayaan diri dari Tuhan untuk membantu Musa membebaskan bangsanya. Harun tidak peduli nama siapa yang lebih besar dan dikenal, ia lebih peduli pada tugas yang Tuhan berikan. Yoh 3:30 berbunyi, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” Jadilah rendah hati agar Tuhan ditinggikan. Amin


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top