Kecamatan Sitio-tio Samosir dilanda Banjir

* 1 Orang Tewas, 4 Hilang, Satu Rumah Hanyut dan Delapan Rusak Berat


Pangururan, 30 April 2010
Dua desa di Kecamatan Sitio-tio terkena musibah banjir lumpur, yakni Desa Sabulan dan Desa Buntu Mauli, Kamis (29/04). Pantauan Humas Setdakab. Samosir di lokasi kejadian (Desa Sabulan-red), diperoleh data satu rumah penduduk terbawa banjir dan penghuni rumah ditemukan satu orang tewas, satu selamat dan empat orang lagi belum ditemukan. Sementara di Desa Buntu Mauli tepatnya di Ransang Bosi diperoleh informasi dari Camat Sitio-tio Mangihut Situmeang, S.Sos, Delapan rumah rusak berat akibat banjir yang datangnya tiba-tiba, korban luka tujuh orang dalam satu keluarga dan saat ini sudah dirujuk ke RSUD Hadrianus Sinaga Pangururan.

Musibah banjir di dua desa tersebut terjadi secara bersamaan pada pukul 20.00 WIB. Korban tewas yang ditemukan bernama Marsaulina br. Situmorang (16), putri Manalsal Situmorang/br. Tamba dari Desa Sabulan. Korban ditemukan terseret arus air Binanga (Sungai) Balohan kira-kira 250 m dari lokasi kejadian dan satu orang adik korban bernama Halastua Situmorang ditemukan selamat tersangkut di akar pohon. Sementara ibu korban Ny. Marta br. Tamba dan tiga orang lagi adik korban hingga pagi hari (Jumat, 30/04) belum ditemukan.
Pantauan di Desa Sabulan, lokasi kejadian terletak sekitar satu kilometer dari pinggir pantai Danau Toba. Posisi rumah Manalsal Situmorang persis dipinggir dan membelakangi Binanga Balohan. Kondisi alur sungai Binanga Balohan yang melintas persis di belakang rumah Manalsal Situmorang agak menikung.
Dari penuturan Sinaga, Sekretaris Desa Sabulan, diperkirakan alur Sungai Binanga Balohan tidak mampu lagi menampung tingginya volume air hujan yang turun cukup lebat saat kejadian, kemudian menggerus material-material batu-batuan dipinggiran sungai termasuk kayu dan terhalang di alur tikungan persis di belakang rumah Manalsal.
Akibat banyaknya tumpukan material yang menghalangi arus air mengakibatkan air sungai bercampur material menerjang dan menghanyutkan rumah Manalsal Situmorang beserta istri dan anak-anaknya. Kondisi alur sungai saat ini telah berubah arah dimana sebelum kejadian melintas dibelakang rumah Manalsal dan saat kejadian sudah melintas persis ke rumah Manalsal Situmorang termasuk jalan desa yang bersebelahan dengan sebuah gereja.


No comments:

Write a Comment

Mohon Komentar yang diberikan tidak berbau SARA dan Penghinaan. terima kasih


Top